ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Desain Ruang Kantor yang Sehat Selama New Normal

Selasa , 07 Juli 2020 | 16:30
Desain Ruang Kantor yang Sehat Selama New Normal
Desain ruang kerja di new normal (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa banyak perusahaan telah mempersiapkan diri beroperasi pada masa normal baru dengan membuat desain kantor menjadi ruang sehat atau wellness room.

"Colliers melihat kemungkinan tren desain yang harus dimasukkan adalah yang mengatasi permasalahan droplet, sentuhan antarmanusia baik langsung maupun tidak langsung. Wellness room dapat menjadi rekomendasi bila ada spasi lebih di kantor," kata Kepala Project Management Colliers International Indonesia, Hendry Sugianto, di Jakarta.

Menurut Hendry Sugianto, ruang sehat tersebut bertujuan untuk mempersiapkan seseorang yang merasa kurang sehat sebelum dipindahkan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Selain itu, ujar dia, ruang tersebut juga dapat digunakan sebelum pekerja yang mengalami kurang enak tersebut diizinkan untuk pulang lebih cepat pada hari tersebut.

Kepala Manajemen Fasilitas Colliers International Indonesia Christina Ng menambahkan banyak perusahaan sebenarnya telah merancang berbagai hal dengan baik sebelum akhirnya beroperasi pada masa normal baru.

"Hal terpenting adalah bagaimana merancang strategi tempat kerja yang dapat menunjang masa depan bisnis perusahaan serta mendukung kondisi ruang kerja saat ini untuk solusi jangka panjang," paparnya.

Sementara Kepala Layanan Manajemen Real Estate Colliers International Indonesia Andy Harsanto mengingatkan bahwa pengembang dan penyewa ruang perkantoran juga perlu mengevaluasi berbagai prosedur yang diterapkan dalam jangka waktu satu hingga tiga bulan secara berkala.

Menurut dia, pihak pengembang dan penyewa juga perlu merancang ulang perencanaan desain ruang perkantoran mereka, khususnya dari saat beroperasi kembali hingga tahap evaluasi.

"Dari segi operasi, dibutuhkan tim dan kapasitas, termasuk untuk mereka yang telah menerapkan rencana gawat darurat atau membentuk tim pemulihan bencana," kata Andy Harsanto.

Pihak perusahaan, lanjutnya, perlu menekankan ulang kepada praktik terbaik yang ada dalam kesiapan operasional dan menambahkan prosedur atau pedoman baru yang selaras dengan berbagai hal, misalnya regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR