ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Trik BTN Genjot Bisnis Properti di Tengah Pandemik

Selasa , 19 Mei 2020 | 13:49
Trik BTN Genjot Bisnis Properti di Tengah Pandemik
BTN genjot pemanfaatan eBanking (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus menggenjot bisnis layanan perbankan digital atau digital banking di tengah wabah COVID-19.

"Di tengah pandemi ini, kami terus memacu bisnis digital banking perseroan. BTN sendiri sudah cukup agresif dengan melakukan beberapa launching," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury saat konferensi pers secara virtual di Jakarta.

BTN telah meluncurkan kembali layanan Mobile Banking BTN dengan peningkatan fitur dan penampilan yang lebih menarik.

Pengguna layanan Mobile Banking BTN pun naik menjadi lebih dari 1,2 juta akun dengan transaksi mencapai Rp2,62 triliun pada kuartal I-2020.

Bank spesialis pembiayaan perumahan itu juga meluncurkan BTN Properti Mobile sebagai inovasi untuk mengembangkan pasar KPR di segmen milenial.

Pengajuan KPR melalui BTN Properti Mobile per kuartal I-2020 juga mencapai lebih dari 9 ribu unit dengan nilai sekitar Rp3,11 triliun.

Kemudian, BTN juga melakukan peningkatan (upgrade) untuk Portal Rumah Murah BTN guna memperluas kanal penjualan rumah yang kreditnya macet.

Portal BTN Properti dengan lebih dari 631 ribu unit hunian juga telah mencatatkan pengajuan kredit senilai Rp356 miliar pada kuartal I-2020.

Situs tersebut juga sudah dikunjungi 152 ribu pengunjung dengan penjualan mencapai Rp31,4 miliar dari total aset senilai Rp13,7 triliun.

Layanan perbankan digital membantu perseroan dalam melakukan efisiensi. Pahala menuturkan, Bank BTN sejauh ini telah melakukan efisiensi biaya overhead hingga 15 persen dibandingkan rencana semula. Efisiensi tersebut didukung adanya perbaikan proses bisnis.

"Kami optimistis tetap mencatatkan pertumbuhan pada kinerja bisnis kami kendati dampak dari pandemi ini masih akan membayangi ekonomi baik secara global maupun nasional," ujar Pahala.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR