ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Roda Ekonomi Makin Kencang di Kawasan Jakarta Timur

Sabtu , 11 Juli 2020 | 12:40
Roda Ekonomi Makin Kencang di Kawasan Jakarta Timur
Kawasan Jakarta Timur (Net)

JAKARTA, ARAHPROPERTI.COM - Pengembang properti nasional menilai Koridor Timur Jakarta akan menjadi penggerak ekonomi nasional baru, khususnya saat memasuki era normal baru di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"Koridor Timur Jakarta dengan Bekasi dan Cikarang sebagai penggerak akan jadi kontributor terbesar bagi perekonomian nasional, khususnya saat normal baru," kata Komisaris Utama PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Jend (Purn) Timur Pradopo di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, saat ini pada koridor itu terkonsentrasi tujuh kawasan industri yang berisi 4.000 perusahaan skala nasional, internasional dan multinasional dengan jutaan karyawan.

Sementara itu, lanjutnya, pada sisi lain, pemerintah saat ini tengah mempercepat sejumlah insfrastruktur yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni Light Rail Transit Trase Jakarta-Bekasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang direncanakan dibangun hingga Surabaya dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

"Artinya, mobilitas masyarakat, barang, dan jasa nantinya akan semakin lancar sehingga dapat meningkatkan daya saing, dan menggenjot pertumbuhan ekonomi kawasan dan akhirnya nasional," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama pengusaha properti nasional lainnya, sudah menyambut baik peluang itu antara lain dengan menyediakan fasilitas infrastruktur hunian dan perkantoran terpadu.

Perseroan melalui anak usaha PT Pollux Aditama Kencana telah menghadirkan berbagai fasilitas penunjang berstandar internasional pada Mega Superblok Pollux Chadstone, Cikarang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mobilitas tinggi para pengusaha yang berada dalam kawasan industri tersebut.

Direktur Utama Pollux Chadstone Yanto Zefania, sebelumnya menyatakan, pihaknya akan memberikan insentif saat pandemi ini bagi peminat mega super blok itu berupa cara bayar fleksibel dan kerja sama dengan sejumlah perbankan agar tersedia suku bunga sangat kompetitif.

"Apartemen kami telah mulai diserahterimakan sejak bulan lalu dan harganya saat ini dimulai dari Rp33 juta per meter persegi. Fasilitas lengkap di apartemen ini, jadi idaman para ekspatriat dan memberikan nilai sewa yang tinggi," katanya.

Ia juga menambahkan, pihaknya akan mengaplikasikan infrastruktur teknologi terkini seperti jaringan internet 5G.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR